Dewasa bukan pilihan tapi pencapaian yang memang harus dilewati setiap individu. Proses
menjadi pribadi dewasa tentu harus melewati berbagai fase yang semua orang
harus pandai-pandai menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan
melibatkan indivdiu lain disekitar lingkungan tentu menambah cara pandang lebih
berkelas.
Dalam menuju masa pendewasaan tentu tidak telepas dari
“Pertemanan”. Suatu kenangan eh masa penjajalan agar menyesuaikan diri bertemu
kawan-kawan baru. Masa pertemanan terjalin semenjak umur kanak-kanak. Artinya
dalam memori manusia tersimpan berbagai model pertemanan yang terekam semenjak
kecil. Dalam prosesnya tentu memori akan mengingatkan individu itu saat akan
menjalin pertemanan.
Kadang yang terjadi pertemanan ada yang berujung awet dan
yang menyakitkan. Bagaimana jika awet? Tergantung proporsi individu masing-masing
sebenarnya. tidak bisa dipungkiri dalam pertemanan pasti muncul cliq cliq kecil
yang biasa kita sebut dengan geng. Sudah kodratnya manusia itu hidup
berkelompok-kelompok sesuai dengan kemiripan pribadinya masing-masing. Misalnya
saat sekolah: ada sebagian anak suka hal-hal berhubungan Korea akhirnya karena
sering ngumpul alias nggrombol akhirnya terbentuklah geng pecinta Drakor
bisa kita sebut begitu lah.
Lalu bagaimana jika menyakitkan. Biasanya ini terjadi jika
pertemanan sudah awet kurang lebih akan menjadi sahabat artinya tidak boleh
saling menyakitkan. Entah pada suatu saat nanti ada diantara kelompok mereka
tidak sengaja melanggar aturan yang sudah disepakati bersama atau karena
masalah-masalah lain. Tak jarang pertemanan jika sudah pernah ternodai akan
sulit kembali seperti sedia kala. Kalaupun kembali tidak akan serekat seperti
mulanya.
Pertemanan yang terjalin bukan sekedar asyik atau karena kebutuhan
pribadi, sudah harus mulai dihindari. Tak semua individu bersikap asyik dalam
menjalin suatu pertemanan pada lingkungan tempat seseorang itu beradaptasi. Ada
beberapa ragam jenis individu dalam memilih teman yang cocok sesuai insting
masing-masing. Dan terkadang pertemanan dalam lingkungan yang kita jalani tidak
selalu berjalan mulus sepeti jalan Tol Trans Jawa yang baru diresmikan pak
Presiden kita hahaha.
Dalam kehidupan nyataku sendiri ternyata pertemanan bsia
dibilang rumit, mbundeli tapi ya begitulah harus dilakoni. Bagaimana?
Masa Putih Abu-abu. Sejak aku duduk dibangku SMA cliq cliq sudah terbentuk mulai
dari kelas X. Dari mulai kelompok anak-anak yang suka HC, kelompok anak
sangat memperhatikan pelajaran, kelompok anak-anak apa aja lah. Dan sedangkan
ku sendiri punya sifat berteman semuanya nggak usah padang bulu. Dan alhamdulillah
meskipun teman-temanku saat kelas X meskipun cara bertemannya pilih-pilih masih
juga berbaur dengan yang lainnya artinya tidak hanya berteman dengan itu itu
saja hehehehe. Dan jangan tanya saya jelas tak punya kelompok, ya berteman
dengan siapa aja lah.
Lanjut kelas XI, XII teman-teman sewaktu kelas X pun sudah
berubah, karena memang diacak kembali. Dan harus adaptasi lagi, mencari teman klop
lagi meskipun dari awal nggak punya teman klop banget sih wkwkwkwk. Dan berlalu
menjalani pertemanan dari kelas XI sampai kelas XII pertemanan dalam kelasku
ternyata cukup sengit dan agak menyakitkan, loh kok bisa? Pasalnya terbentuklah
kelompok-kelompok pertemanan yang justru saling menjatuhkan. Misalnya ketika
ada tugas membuat desain menggunakan Kaos dan yang kenal vendornya dari
kelompok A, dan kelompok B pengen gabung tapi nggak boleh barengan sama
kelompok A, karena yang diutamakan tentu anggota kelompok A dulu. Hmmm melihat
hal semacam itu bagaimana nggak bikin geram ya. dan kalu ku sendiri masuk
kelompok mana saat itu? Masuk kelompok bisa dibilang biasa-biasa aja, dan
kadang-kadang jadi pelampiasan teman kalau tanya tugas-tugas mapel yang aku
bisa banget pasti berlomba-lomba mendekat minta contekan jawab selebihnya jika
tidak ada tugas boro-boro mendekat kan nggak butuh lagi hahahaha. Hal
tersebut terjadi selama 2 tahun bahkan sampai lulus pun namanya teman
kelompok-kelompok masih berlaku gaess. Bayangkan semua sudah pada dewasa tapi
bersikap seolah-olah anak kecil hahaha.
Masa Alamamater. Lanjut masa kuliah, berharap sudah tidak ada lagi cerita
geng-geng an. Eh ternyata Allah itu punya cara sendiri untuk menguji hambanya.
Terjadi juga padaku, disaat semua sudah menemukan teman bicara masing-masing ku
masih asyik dengan kesendirian. Ku memang lebih suka menyendiri, tapi bukan
berarti bisu ndak mau berteman loh ya. sampai di kelas terbentuk 2 golongan dengan
nama cukup unik pertama yuk yuk rempong kedua wala sgohir itu perempuannya.
Laki-laki pun punya alay ancen namanya keluarga Supandi. Pembentukan
kelompok-kelompok itu serasa ada sekat tidak leluasa dalam berteman. Meski
begitu antar teman laki-lai juga jadi akrab, saling mengingatkan karena
hubungan mereka bukan hanya teman tapi keluarga. Jangan tanya saya ada di geng
mana, jelas nggak punya geng lah hahaha.
Tentu tidak heran jika bertemu geng-geng, jika tak bertemu
beralih ngecemes di grup Whatsapp. Bukan bermaksud suudzon ya, memang
ada dampak positif jika berkelompok dengan teman-teman baik bisa mempengaruhi
akal dan cara pandang seseorang. Meski begitu berteman dengan kelompok tentu
yang dibicarakan bermacam-macam hal yang tidak bisa dihindari pasti
membicarakan teman-teman di kelompok lain. Bisa jadi saya yang dibicarakan hmmm.
Meskipun pada berteman berkelompok dan kusendiri tidak
memiliki kelompok tetap. Tapi punya keuntungan sendiri karena tidak punya
kelompok jadi bisa masuk dikelompok mana aja salah satunya ini.
Secara tidak sadar cliq cliq terpecah belah tadi menjadi
cliq-cliq baru tapi kusendiri kurang tahu namanya apa. Kali ini bukan itu yang
ingin kubahas, tapi cliq-cliq yang sudah terpecah belah tadi #eh tiba-tiba
menyatu dengan damainya macam siraman qalbu di pagi hari karena satu
hal. Ada beberapa teman dari kami akan berangkat internship ke Thailand selama
1 bulan disana, kalo dari kelas kami ada 4 orang. tapi kalian tahu tidak? dari
4 orang ini ternyata dari dua cliq yang berbeda, nah kok bisa menyatu. Nah
itulah uniknya kita, ketika dipersatukan dengan permasalahan dan kebutuhan yang
sama, awal-awalnya terlihat musuhan perlahan akan mendekat dengan gampangnya.
Dan sepertinya Allah sudah membuat settingan keempat teman
untuk menyatukan cliq-cliq yang ada di kelas kami. Salah satu buktinya setelah
keempat teman kami selesai melaksanakan ujian proposal semua teman perempuan
sekelas menyiapkan 4 buket jumbo untuk keempat teman kami. Mereka nyiapiannya
bareng-bareng loh tidak pilih-plih kamu dari cliq mana atau apalah, masya
Allah adem gitu lihatnya waktu foto barengan semunya serasa bebas tanpa
cliq-cliq gitu deh.
Awal cerita pertemanan sebenarnya. alhamdulillah kami sudah memasuki
semester bisa dibilang cukup menggiurkan jika tidak segera diterobos melakukan “Skripsi”.
Semua teman kami sudah melewati tahap awal Sidang Proposal dan semoga kami
semua tetap diberi kesehatan dan kelancaran segera menyelesaikan gelar dan
segera mengabadikan ilmu yang sudah
didapat pada lokasi tepat sasaran. Cerita suka duka selama tiga tahun lamanya
terbentuk dengan mudah karena ego masing-masing tapi demi pertemanan dan persaudaraan
yang terbentuk semenjak Fortama selesai hingga selesai rasa-rasanya ya karena
sedikit percekcokan kita harus sikut-sikutan dengan teman sekelas sendiri. Kita
boleh bersaing antar teman asal kompetitif bukan intuitif ya
gaes.
Doakan kami mahasiswa Pendidikan Agama Islam A1 2015
Universitas Muhammadiyah Sioarjo lulus tahun 2019. aminn
Sidoarjo, 12 Februari 2019
![]() |
taken semua orang sukses |
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ amin
BalasHapus